
Indonesia merupakan penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Sayangnya, industri sawit tengah menghadapi tantangan serius terkait isu deforestasi. Akibatnya, produsen kini dituntut untuk menyajikan bukti bahwa produk mereka tidak berasal dari pembalakan hutan. C-Trace dari GoValid hadir untuk mempermudah penyediaan data tersebut.
C-TRACE (Community Traceability) adalah sistem ketelusuran berbasis komunitas, untuk melacak riwayat, lokasi, dan pergerakan produk di sepanjang rantai pasokan. Dengan sistem ini, produsen bisa membuktikan bahwa produk sawit mereka memenuhi regulasi anti-deforestasi dan dapat diterima di pasar internasional.
Tantangan Anti-Deforestasi Minyak Sawit
Pada 16 Mei 2023, Uni Eropa mengesahkan European Union Deforestation Regulation (EUDR). Meskipun penerapannya masih ditunda, tapi ini bisa mengancam ekspor sawit Indonesia.
Regulasi ini bertujuan memastikan bahwa komoditas yang masuk ke pasar Uni Eropa, seperti kakao, kopi, dan kelapa sawit, berasal dari sumber yang legal dan bebas deforestasi.
Salah satu poin paling krusial dalam EUDR adalah ketentuan bahwa produk tidak boleh berasal dari lahan yang mengalami deforestasi setelah 31 Desember 2020. Artinya, pelaku usaha wajib bisa menunjukkan bukti berupa foto dan titik koordinat lahat secara jelas agar dapat diverifikasi.
Bagaimana C-TRACE GoValid Menjamin Kepatuhan Terhadap Anti-Deforestasi?
C-TRACE (Community Traceability) dari GoValid adalah sistem yang dirancang untuk mencatat dan menelusuri perjalanan produk secara berurutan, dari sumber hingga ke konsumen. Sistem ini berbasis komunitas, artinya setiap pihak yang terlibat, seperti petani, produsen, koperasi, hingga distributor, memiliki peran dalam memasukkan data terkait tahapan yang mereka kerjakan.
Cara kerja C-TRACE cukup sederhana. Pertama-tama, Anda membuat QR Code melalui dashboard GoValid, dengan menyusun alur kerja dan menunjuk penanggung jawab untuk tiap alur. Setelah itu, sistem akan menghasilkan QR Code, yang dapat dicetak dan disertakan pada kemasan minyak sawit.
Di sisi lain, setiap alur kerja yang sudah Anda masukkan akan dimasukkan datanya oleh pihak yang telah ditunjuk. Datanya mencakup deskripsi, foto, lokasi, dan waktu pencatatan. Lalu, bagaimana C-TRACE GoValid membantu memastikan kepatuhan anti-deforestasi melalui pencatatan ini? Berikut penjelasannya.
1. Alur Kerja Tidak Bisa Dilompati
C-TRACE menerapkan alur kerja berurutan dalam pencatatan data. Setiap tahapan harus diselesaikan dan divalidasi, sebelum lanjut untuk mengisi data untuk tahap berikutnya. Selain itu, setiap tahap memiliki stempel waktu yang akurat, sehingga jelas kapan dan oleh siapa data dicatat. Hasilnya, rantai pasok jadi transparan, terstruktur dan dijamin keakuratannya.
2. Menandai Lokasi Lahan
Salah satu elemen krusial dalam EUDR adalah lokasi lahan. C-TRACE menggunakan geotagging untuk mengunci titik koordinat kebun secara presisi. Dengan cara ini, lokasi tidak bisa diubah atau dimanipulasi, sehingga validitas data lebih terjaga. Ini akan menjadi bukti kuat bahwa sawit Anda tidak berasal dari kawasan deforestasi.
3. Dokumentasi Foto yang Jujur
Selain data lokasi, C-TRACE juga mendukung dokumentasi foto sebagai bukti visual, baik kondisi kebun maupun seluruh aktivitas produksi. Fitur ini penting dalam konteks kepatuhan anti-deforestasi karena memberikan verifikasi lapangan yang lebih nyata. Foto membantu menunjukkan bahwa kegiatan produksi benar-benar dilakukan di area yang sesuai, tidak berada di kawasan hutan lindung, dan mengikuti praktik yang telah dilaporkan.
4. Data Terhubung dari Hulu ke Hilir
Seluruh data dalam C-TRACE saling terhubung, mulai dari kebun, pengumpulan, pengolahan, hingga distribusi. Keterhubungan ini menciptakan rantai data end-to-end yang memudahkan pelacakan jika terjadi audit atau permintaan verifikasi dari pasar internasional.
Keuntungan Menggunakan bagi Produsen/Pemilik Kebun
Bagi produsen atau pemilik kebun, C-TRACE GoValid bukan sekadar alat pencatatan, tetapi sistem yang membantu memperkuat posisi usaha di tengah tuntutan pasar yang semakin ketat. Dengan menggunakan C-TRACE, Anda bisa membuktikan bahwa produk Anda mematuhi aturan anti-deforestasi. Hal kemudian akan berpengaruh ke reputasi Anda di mata mitra, sebagai produsen yang bertanggung jawab.
Selain itu, sistem traceability C-TRACE dapat mengurangi risiko operasional. Dengan catatan yang rapi dan konsisten, potensi sengketa atau penolakan produk dapat diminimalkan sejak awal. Terakhir, data yang Anda input di sistem GoValid juga bisa membantu Anda mengevaluasi aktivitas produksi di masa mendatang.
Saatnya Mendigitalisasi Rantai Pasok Sawit Anda Dengan C-TRACE GoValid
Tuntutan global terhadap transparansi dan keberlanjutan akan terus meningkat. Mengandalkan pencatatan manual atau dokumen terpisah sudah tidak lagi cukup. Dengan menggunakan C-TRACE GoValid, Anda dapat mulai mendigitalisasi rantai pasok minyak kelapa sawit secara terstruktur, akurat, dan dapat diverifikasi. Langkah ini bukan hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga untuk memastikan produk sawit Indonesia tetap kompetitif dan dipercaya di pasar global.













Comments are closed.