Di banyak perguruan tinggi ataupun training center, tanda tangan dan stempel masih digunakan sebagai simbol pengesahan dokumen akademik. Masalahnya, praktik ini semakin rentan dipalsukan. Tanda tangan bisa difoto, ditiru langsung atau menggunakan AI, bahkan ditempel ulang ke dokumen lain tanpa sepengetahuan pihak yang berwenang. Dampaknya bukan sekadar administratif, tapi juga menyangkut kepercayaan, reputasi institusi, dan validitas dokumen akademik itu sendiri.
Oleh karena itu, kita membutuhkan pendekatan baru yang lebih inovatif. Salah satunya menggunakan Tanda tangan Digital yang terenkripsi di QR code (bukan qr code biasa) yang juga dilindungi fitur Anti-Counterfeit (Anti-Pemalsuan) dari GoValid. Alih-alih hanya mengandalkan coretan di atas kertas, sistem ini memungkinkan siapa pun untuk memverifikasi status dokumen melalui pemindaian. Mari kita bahas bagaimana cara kerjanya dan mengapa pendekatan ini jauh lebih aman!
Kelemahan Tanda Tangan Konvensional di Dokumen Akademik
Mari kita jujur, tanda tangan konvensional sebenarnya tidak dirancang untuk dunia digital. Begitu masuk ke bentuk file, kelemahannya langsung terlihat, seperti:
- Bisa difoto dari dokumen fisik
- Dipindai lalu disimpan sebagai gambar
- Ditempel ulang ke dokumen lain tanpa izin
- Ditanda tangani oleh orang lain, atupun di palsukan menggunakan AI
Selain itu, file PDF mudah diedit dan menghasilkan dokumen yang seolah-olah itu asli. Di sisi lain, pihak luar tidak punya cara verifikasi untuk memastikan dokumen tersebut asli atau telah dipalsukan. Akibatnya, praktik pemalsuan dokumen semakin marak. Dan lebih buruknya lagi, pemalsuan kadang tidak terdeteksi bahkan setelah dokumen digunakan.
Bagaimana QR Code Digunakan sebagai Penanda Keabsahan?
Tanda tangan digital yang dienkripsi secara khusus di QR Code digunakan sebagai penanda keabsahan dengan cara menghubungkan dokumen ke data digital yang dapat diverifikasi. Dalam sistem ini, dokumen tidak lagi ditandatangani secara konvensional. Sebagai gantinya, dokumen dicetak bersama dengan QR code unik. Di GoValid, setiap pengguna memiliki kunci digital yang unik sebagai sidik jari yang tidak mungkin sama dengan orang lain.
Saat dipindai, QR Code akan mengarah ke sistem atau server resmi milik universitas yang menyimpan data asli. Halaman kemudian akan menampilkan informasi seperti nama universitas, nomor, dan tanggal, yang sesuai dengan dokumen fisiknya. Jika cocok, maka dinyatakan sah.
Pendekatan ini membuat pemalsuan dokumen menjadi jauh lebih sulit dibandingkan metode tanda tangan basah atau tempelan.
Peran Sistem Anti-Counterfeit GoValid dalam Mendeteksi Potensi Pemalsuan Dokumen Akademik
Untuk keamanan lebih lanjut, GoValid memperkenalkan fitur Anti-Counterfeit untuk mendeteksi adanya potensi pemalsuan dokumen. Jadi, sistem ini tidak hanya menampilkan data valild, tapi juga memantau pola pemindaian QR code secara aktif.
Yang dipantau adalah:
- Apakah QR code yang sama disalin dan digunakan di banyak dokumen
- Apakah terjadi pemindaian tidak wajar dalam jumlah besar
- Apakah pemindaian dilakukan di beberapa lokasi pada waktu yang relatif singkat.

Jika pola mencurigakan terdeteksi, sistem akan menampilkan peringatan kepada pengguna yang memindai dokumen. Pesannya bisa berbunyi “Terdeteksi aktivitas pemindaian yang tidak wajar pada dokumen ini. Harap melakukan verifikasi lebih lanjut ke institusi terkait.”

Pendekatan berbasis QR code dan perlindungan Anti-Counterfeit GoValid sangat cocok untuk berbagai jenis dokumen akademik seperti:
- Sertifikat pelatihan atau training
- Ijazah
- Surat keterangan dan surat rekomendasi
- Lembar pengesahan skripsi atau tesis
- Sertifikat akademik dan kegiatan, dll.
Singkatnya, fitur Anti-Counterfeit sangat penting bagi pihak universitas karena memungkinkan deteksi dini terhadap ijazah, transkrip, atau surat resmi palsu yang beredar.
Saatnya Beralih ke Verifikasi Digital yang Lebih Aman
Mengandalkan tanda tangan konvensional atau hasil pemindaian di lingkungan akademik bukan lagi pilihan yang aman. Dengan menggunakan QR code yang terhubung ke sistem validasi dan dilindungi fitur Anti-Counterfeit GoValid, keabsahan dokumen lebih terjamin dan dapat mengurangi risiko pemalsuan tanda tangan.












Comments are closed.