Pemalsuan ijazah atau dokumen sertifikat bukan isu baru di dunia pendidikan Indonesia. Sayangnya, hingga hari ini praktik tersebut masih terus terjadi. Ironisnya, ijazah palsu digunakan untuk melamar pekerjaan, melanjutkan studi, maupun keperluan administratif lainnya. Dampaknya tidak main-main. Institusi pendidikan bisa kehilangan kepercayaan, perusahaan berisiko merekrut kandidat yang tidak kompeten, dan sistem akademik secara keseluruhan menjadi rentan disalahgunakan.
Sistem Anti-Counterfeit (Anti-Pemalsuan) GoValid hadir untuk mengatasi tantangan ini. Fitur ini menggunakan mekanisme verifikasi digital yang mampu mendeteksi indikasi pemalsuan ijazah berdasarkan pola pemindaian QR code. Sehingga pengguna anda dapat mengecek keaslian ijazah ataupun sertifikat.


Mengenal Anti-Counterfeit GoValid
Anti-Counterfeit GoValid adalah sistem pendeteksi penipuan berbasis QR code. Dalam ijazah, QR code ini berperan sebagai digital signature, yang membuktikan bahwa ijazah itu asli. Ketika kode dipindai menggunakan smartphone, pengguna akan melihat informasi resmi, sesuai dengan yang ada di ijazah fisik, seperti nama institusi, nama pemilik ijazah, nomor seri, dan tanggal diterbitkannya.
Lebih lanjut, sistem Anti-Counterfeit GoValid tidak hanya berfungsi sebagai tautan statis, tapi juga menganalisis perilaku pemindaian tersebut. Yang dianalisis mencakup kapan, di mana, dan sudah berapa kali QR code dipindai. Ketika terjadi pola pemindaian yang tidak wajar, sistem akan memberikan peringatan secara otomatis.
Contoh Skenario Nyata
Misalkan sebuah ijazah asli dicetak dengan QR code. Selama beberapa tahun, ijazah tersebut hanya dipindai sesekali oleh pemilik ijazah atau HR perusahaan, ketika dia melamar pekerjaan. Namun suatu hari, sistem mendeteksi bahwa QR yang sama dipindai di Jakarta pada pagi hari. Lalu di Surabaya kurang dari satu jam kemudian. Kemudian di beberapa kota lain pada hari yang sama.
Dalam skenario ini, sistem akan langsung menandai aktivitas tersebut sebagai perjalanan yang secara fisik tidak mungkin. Ini bisa jadi indikasi kuat bahwa QR code telah disalin dan ditempelkan ke dokumen palsu. Maka, sistem secara otomatis akan menampilkan peringatan kepada pengguna yang memindai dokumen tersebut. Misalnya pesannya berbunyi “Dokumen ini terindikasi tidak valid. Harap hubungi pihak universitas untuk verifikasi lebih lanjut.”

Di sisi lain, pihak kampus juga akan menerima notifikasi dari GoValid. Jadi, mereka dapat melakukan tindakan bahkan sebelum pemalsuan tersebut menimbulkan dampak lebih luas.
Manfaat bagi Universitas, Pemilik Ijazah dan Pihak Eksternal
Penerapan fitur Anti-Counterfeit pada ijazah dapat memberikan manfaat nyata bagi banyak pihak, termasuk:
Bagi universitas: Fitur Anti-Counterfeit berperan penting dalam menjaga otoritas akademik dan reputasi institusi. Dengan sistem ini, pihak universitas dapat mendeteksi sejak dini jika terjadi pemalsuan, duplikasi, atau penyalahgunaan ijazah, sekaligus memiliki data pendukung untuk mengambil tindakan administratif secara tepat.
Bagi pemilik ijazah: Sistem Anti-Counterfeit memberikan perlindungan tambahan. Ijazah mereka terlindungi dari penyalahgunaan oleh pihak lain, seperti pemalsuan identitas atau penggunaan tanpa izin.
Bagi pihak eksternal: Bagi tim HR perusahaan, lembaga sertifikasi, instansi pemerintah, atau institusi pendidikan lanjutan, sistem ini menyederhanakan proses verifikasi ijazah. Mereka dapat memastikan keaslian dokumen secara langsung melalui pemindaian QR code.
Saatnya Melindungi Ijazah dengan Verifikasi Digital yang Lebih Cerdas!
Pemalsuan ijazah atau sertifkat tidak bisa lagi dicegah hanya dengan tanda tangan basah atau cap institusi. Di era digital, perlindungan juga harus bersifat digital, aktif, adaptif, dan dapat diverifikasi secara real time. Dengan Anti-Counterfeit GoValid, keabsahan ijazah dapat dijaga sepanjang waktu. Dan jika terjadi upaya penyalahgunaan, maka dapat dideteksi dan ditindaklanjuti lebih dini.










Comments are closed.