
Pemalsuan produk masih menjadi masalah besar di Indonesia. Ini paling sering terjadi pada produk sehari-hari, seperti obat-obatan, skincare, kosmetik, tinta printer, dll. Untuk mengatasi hal ini, pemilik brand biasanya menggunakan stiker hologram sebagai penanda produk asli. Tapi, berkat kemajuan teknologi, muncul cara baru yaitu CR code, dan sistem yang lebih canggih seperti Anti-Counterfeit GoValid? Mari kita bahas perbedaan ketiganya untuk melihat mana yang lebih efektif melindungi produk dari pemalsuan!
1. Stiker Hologram
Stiker hologram adalah label pengaman yang memanfaatkan teknologi optik untuk menciptakan gambar tiga dimensi (3D) atau efek visual yang berubah-ubah saat dilihat dari sudut yang berbeda.
Penggunaan stiker hologram sebagai segel anti-pemalsuan mulai populer dan berkembang pesat pada awal tahun 2000-an. Pada saat itu, hologram dipuji karena memiliki desain yang rumit dan unik, yang membuatnya sulit dipalsukan dan tidak bisa difotokopi.
Namun, di era teknologi cetak tinggi, hologram memiliki kelemahan besar. Pemalsu kini bisa meniru hologram dengan tingkat kemiripan 95-99%.
Ketika ditempelkan di produk palsu, konsumen awam tidak akan bisa membedakannya. Selain itu, hologram bersifat statis. Tidak ada cara bagi konsumen untuk memverifikasi apakah itu asli atau tiruan. Dengan demikian, begitu hologram berhasil disalin, tidak ada sistem yang bisa memberi tahu bahwa pemalsuan sedang terjadi.
2. QR Code Biasa
Sekitar tahun 2010-an, QR code (Quick Response Code) mulai digunakan sebagai sebagai penanda keaslian produk, seiring kehadiran fitur scan bawaan di smartphone. QR Code adalah kode matriks dua dimensi yang mampu menyimpan data alfanumerik dalam jumlah besar, yang kemudian dapat diterjemahkan secara instan oleh perangkat pemindai.
Dalam praktiknya, pemilik produk biasanya mencetak satu kode QR yang sama dan menempelkannya ke kemasan produk. Ketika dipindai, konsumen akan diarahkan ke halaman situs web resmi brand atau sekadar menampilkan teks “produk original”. Cara ini memberikan jaminan keaslian yang lebih baik di mata konsumen.
Namun, teknologi ini juga masih memiliki kekurangan. QR Code biasa sangat mudah untuk diduplikasi. Pemalsu hanya perlu memfotonya, lalu mencetaknya ke ribuan kemasan produk palsu. Hasilnya, setiap orang yang memindai kode tersebut akan tetap masuk ke halaman website asli.
Selain itu, QR code biasa tidak memiliki sistem untuk mendeteksi bahwa kode tersebut telah disalahgunakan. Dan yang paling fatal, baik konsumen maupun brand tidak akan menyadari jika telah terjadi pemalsuan.
3. Anti-Counterfeit GoValid
GoValid hadir untuk menambal semua celah yang ditinggalkan oleh hologram dan QR Code biasa. Dengan sistem Anti-Counterfeit (Anti-Pemalsuan), GoValid tidak sekadar memvalidasi keaslian produk, melainkan punya sistem pengawasan aktif dan pendeteksi penyalahgunaan QR Code.
Sistem ini bekerja dengan menganalisis pola pemindaian QR code secara real-time. Parameter yang dianalisis termasuk jumlah pemindaian, lokasi dan waktu pemindaian, perangkat, bahkan alamat IP.
Dengan sistem ini, pemilik brand dapat:
- Mendeteksi QR code yang disalin dan digunakan ke produk palsu
- Melihat pemindaian dari lokasi yang tidak wajar
- Mengetahui penggunaan berlebihan dari banyak perangkat
- Menerima notifikasi pemindaian mencurigakan di dashboard GoValid dan email


Bukan hanya pemilik brand, konsumen juga sangat diuntungkan dengan sistem ini. Ketika mereka memindai kode di produk palsu, mereka akan mendapatkan peringatan. Dengan begitu, mereka terlindungi dari produk yang berpotensi membahayakan mereka, terutama untuk obat-obatan, skincare dan kosmetik.
Untuk lebih memahami bagaimana sistem ini bekerja, mari kita ambil satu contoh. Anggaplah Anda meluncurkan serum pencerah wajah dan masing-masing kemasan memiliki QR code unik. Setiap kode ini hanya boleh discan sekali.
Lalu, pemalsu meniru kemasan produk Anda, termasuk QR codenya. Ketika pembeli memindai kode tersebut, sistem akan mencatat jumlah scan lebih dari satu. Pola ini secara otomatis akan terdeteksi sebagai pemalsuan. Seketika itu pula, halaman verifikasi akan menampilkan peringatan “Produk Terindikasi Palsu” di layar ponsel konsumen.

Jadi, Mana yang Lebih Efektif Melindungi dari Pemalsuan?
Stiker hologram, QR code biasa, dan sistem Anti-Counterfeit GoValid sama-sama berfungsi sebagai penanda keaslian, namun efektivitasnya sangat berbeda. Di antara ketiganya, GoValid adalah satu-satunya solusi yang benar-benar melindungi dari pemalsuan, bukan sekadar mencegah secara visual.
Dengan Anti-Counterfeit GoValid, setiap produk dibekali QR code unik yang berfungsi sebagai identitas digital dan dipantau secara real-time. Bahkan, GoValid tidak hanya mencegah pemalsuan, tapi memberi peringatan dan memungkinkan pemilik brand melakukan tindakan cepat sebelum kerugian semakin meluas.
Saatnya Beralih ke Perlindungan Anti-Pemalsuan yang Berkelanjutan
Pemalsuan produk tidak lagi bisa dihadapi dengan perlindungan visual semata. Hologram dan QR code biasa memiliki perannya masing-masing, tapi keduanya tidak dirancang untuk menghadapi pola penipuan modern yang dinamis dan terorganisir.
Dengan Sistem Anti-Counterfeit GoValid, Anda mendapatkan perlindungan yang aktif, berbasis data, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan produk Anda. Jika Anda ingin melindungi produk sekaligus menjaga kepercayaan pelanggan, inilah saat yang tepat untuk mulai menggunakan Anti-Counterfeit GoValid!







Comments are closed.